Wednesday, July 23, 2014

Sunnah Hari Raya idul adha dan idul fitri

Kedua Hari Raya yaitu idul adha dan idul fitri, merupakan hari kegembiraan dan suka cita untuk kaum muslim.  Semua umat muslim mempersiapkan penyambutan hari ini dari jauh-jauh hari seperti membersihkan rumah, membuat kue dan membersihkan diri mereka sendiri. Pada hari-hari ini terdapat ibadah, ketika akan melakukan sholat Ied. Di antaranya;

Beberapa Amalan Sunnah Saat Idul Fitri


  • 1.) Bangun Lebih Awal, Dengan bangun lebih awal kita bisa mempersiapkan segala hal untuk menyambut hari yang fitri ini.
  • 2.) Mandi Sunnah Idul Fitri, Seperti halnya pada Hari Juma’t sebelum kita Sholat I’ed dan berangkat ke Masjid kita diharuskan mandi sunnah yang diniatkan untuk hari raya idul fitri. Sebagaimana salah seorang sahabat Rasulullah s.a.w, yaitu Ali bin Abi Thalib, ketika ditanya tentang bilakah mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah s.a.w. Beliau menjawab: “(Mandi yang disunnahkan) pada hari Jumaat, hari ‘Arafah, hari raya Idul Fithri, dan Idul Adha.” (Lihat Al Wajiz, hal 47).
  • 3.) Berpakaian Rapih dan Memakai Wewangian, Tidak harus baru namun rapih dan bersih serta memakai wewangian untuk pria.  Dan untuk wanita berpakaianlah sewajarnya tidak berdandan berlebihan.
  • 4.) Makan Sebelum Berangkat Sholat Idul Fitri, Sebelum kita keluar dari rumah kita untuk menuju Masjid atau lapangan untukj sholat Idul Fitri disunnahkan agar kita makan terlebih dahulu, hal tersebut didasarkan dengan hadits dari Anas Bin Malik yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang menyebut : “Nabi SAW tidak keluar di pagi hari raya Idul fitri sehinggalah Nabi SAW memakan beberapa biji kurma… ”
  • 5.) Jalan Kaki Menuju Tempat Sholat Ied dan Berbeda Jalan Saat Pulangnya Ali bin Abi Tholib-Radhiyallahu anhu- berkata: “Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi sholat ied dengan berjalan kaki”. [HR.At-Tirmidzy dalam As-Sunan (2/410); di-hasan-kan Al-Albany dalam Shohih Sunan At-Tirmidzy (530)], Dari Jabir bin Abdillah berkata: “Rasulullah s.a.w apabila (berangkat dan pulang) pada hari raya mengambil jalan yang berbeda.” (HR. Bukhari), Mungkin tujuannya adalah kita bisa bertemu dengan saudara-saudara kita yang rumahnya di jalan tersebut agar bisa menjalin silaturahim.
  • 6.) Bertakbir Saat Malam hingga Tempat Sholat Ied  وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبّرُواْ اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ (سورة البقرة: 185), "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185), “Nabi s.a.w apabila pada hari raya Iedul Fithri, beliau bertakbir sehingga sampai lapangan (tempat didirikan solat hari raya) dan melaksanakan solat. Apabila selesai solat, beliau memutuskan takbirnya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, lihat Ash Shahihah). 
  • 7.) Sholat Ied Berjama’ah


Kita disunnahkan untuk mengikuti prosesi ibadah Sholat Hari Raya yaitu Mulai dari Sholatnya, Khutbah dan doa bersama.

Kalimah yang digunakan di zaman baginda SAW adalah “Taqabbalahhu minna wa minkum” artinya “Semoga Allah menerima amalan (amalan dan ibadat di Ramadhan) kami dan kamu”.


Beberapa Amalan Sunnah Saat Idul Adha


Ada beberapa ibadah sunnah yang dapat dilakukan seorang muslim pada hari raya Idul Adha. Idul Adha adalah hari raya kedua bagi umat Islam selain Idul Fitri. Dalam perayaan ini, seorang muslim diajak untuk lebih peduli kepada sesamanya. Perayaan Idul Adha dengan menyembelih binatang kurban, bukan hanya sebagai penghormatan terhadap perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tetapi juga mengajarkan kita untuk melihat lebih luas keadaan sekeliling.

  • Dengan berkurban, Dengan niat kita akan turut meringankan beban kaum yang kurang mampu, meskipun hanya sehari. 
  • Dengan berkurban, tidak ada jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, semua diangkat derajatnya bersama-sama pada hari yang mulia.


Untuk menambah sempurna Idul Adha, ada beberapa amalan sunnah yang bisa dikerjakan.


  • Pada malam sebelum 10 Dzulhijjah dianjurkan untuk mengumandangkan takbir. Tidak hanya berhenti di sana, tetapi juga berlanjut hingga malam hari tanggal 13 Dzulhijjah (malam terakhir hari tasyrik). Dalam kitab Raudlatut Thalibin dinukilkan, “Disunnahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah.”
  • Mandi sebelum mengerjakan Salat Ied. Ini bisa dilakukan pada pertengahan malam, menjelang subuh, atau setelah masuk waktu subuh. Dengan mandi, kebugaran terjaga dan badan dalam kondisi bersih sebelum salat.
  • Diharapkan umat Islam mempersiapkan diri dengan baik menjelang sholat Ied. Ini meliputi memotong rambut (agar rapi),  memotong kuku, atau juga memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian terbaik untuk salat. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, “Rasulullah saw. di hari raya Ied memakai Burda Hibarah (pakaian indah dari Yaman).
  • Berjalan kaki menuju tempat salat Ied. Diriyawatkan oleh Ibnu Umar r.a, “Rasulullah saw. berangkat untuk melaksanakan shalat Ied dengan berjalan kak. Begitu pula  ketika pulang tempat shalat Ied.” Adapun bagi umat Islam yang memiliki kendala kesehatan atau tidak mungkin berjalan, bisa menggunakan kendaraan.
  • Dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum salat Ied. Diriwayatkan “Rasulullah saw. … pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (H.R. Ahmad)

0 comments

Post a Comment