Thursday, August 22, 2013

APA ITU TAUHID SYAHADAT TAUHID dan SYAHADAT RASUL (sahadat loro)

Makna Iman Pengertian Iman secara etimologis adalah percaya. Namun implementasi dari iman adalah ta'at. Apabila iman diartikan hanya sebatas percaya, maka iblispun bisa dikatakan beriman karena iblis jelas-jelas percaya adanya Allah, tapi iblis tidak ta'at kepada Allah swt. Para ulama mendefinisikan iman yang sebenarnya adalah mengikrarkan dengan lisan, meyakini dalam hati, dan mengamalkan dengan anggota badan. Definisi ini merupakan interpretasi (penafsiran/pemaknaan) dari syahadat. Karena implementasi (pelaksanaan/pembuktian) dari syahadat adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang dibuktikan dengan perkataan, keyakinan, dan perbuatannya.

Arti dan kandungan Syahadat Syahadat dalam artian bahasa adalah persaksian, sedangkan dalam artian istilah yaitu persaksian dan pembenaran atas ketuhanan Allah swt. dan Kerasulan Nabi Muhammad saw. Dua kalimat syahadat ini merupakan kalimat islam. Sehingga keislaman seseorang tidaklah sah apabila belum mengucapkan kalimat tersebut. Dan keislamannya belum sempurna apabila dia belum memahami dan mengamalkan dua kalimat tersebut.
Syahadat memiliki posisi yang penting dalam islam. Dengan mengucapkan kalimat syahadat, seorang hamba bisa menyatakan dirinya sebagai muslim. Karena itu pemahaman seorang muslim terhadap kalimat syahadat akan dapat melahirkan perubahan-perubahan individu, keluarga ataupun masyarakat. Dalam sejarah para Nabi dan Rasul, syahadat merupakan kalimat yang diperjuangkan, dan kalimat inilah yang menggerakkan dakwah mereka.
Didalam Al-qur'an surat Al-Fussilat ayat 30 dijelaskan tentang keutamaan mengucapkan kalimat syahadat tersebut sebagai berikut;

إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلآَئِكَةُ اَنْ لاَ تَخَافُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا وَابْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتمْ تُوْعَدُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan; “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. Maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu."
Dari ayat tersebut mengandung makna bahwa sebaik-baik amal adalah yang istiqomah. Menurut para Ahlil Haq, bahwa istiqomah itu terdiri dari tiga macam yaitu Istiqomah bil lisan (lidah atau ucapan), Istiqomah bil Janan (dalam hati), dan Istiqomah bil Arkan (dengan perbuatan). Adapun Istiqomah bil lisan adalah membiasakan membaca syahadat, sedangkan istiqomah bil janan adalah meluruskan keinginan/ niat, adapun istiqomah bil arkan adalah membiasakan ibadah dan ta'at.

Firman Allah Subhanahu wata’ala :
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah), dan mereka mengharapkan rahmatNya serta takut akan siksaNya, sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al Isra’, 57)

]وإذ قال إبراهيم لأبيه وقومه إنني براء مما تعبدون إلا الذي فطرني فإنه سيهدين[
“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya : sesungguhnya aku membebaskan diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (Allah) Dzat yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan menunjukkan (kepada jalan kebenaran).” (QS. Az zukhruf, 26-27).

]اتخذوا أحبارهم ورهباهم أربابا من دون الله والمسيح بن مريم وما أمروا إلا ليعبدوا إلها واحدا لا إله إلا هو سبحانه عما يشركون[
“Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka mempertaruhkan pula) Al Masih putera Maryam, padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada satu sembahan, tiada sembahan yang haq selain Dia. Maha suci Allah dari perbuatan syirik mereka.” (QS. Al Taubah, 31).

]ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والذين آمنوا أشد حبا لله[
“Diantara sebagian manusia ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman lebih besar cintanya kepada Allah.” (QS. Al Baqarah, 165).

Diriwayatkan dalam Shoheh Muslim, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
"من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله"
“Barang siapa yang mengucapkan لا إله إلا الله, dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, adapun perhitungannya adalah terserah kepada Allah”.
Keterangan tentang bab ini akan dipaparkan pada bab-bab berikutnya.
Adapun kandungan bab ini menyangkut masalah yang paling besar dan paling mendasar, yaitu pembahasan tentang makna tauhid dan syahadat.
Masalah tersebut telah diterangkan oleh bab ini dengan beberapa hal yang cukup jelas, antara lain :

1.    Ayat dalam surat Al Isra’. Diterangkan dalam ayat ini sanggahan terhadap orang-orang musyrik, yang memohon kepada orang-orang yang sholeh, oleh karena itu, ayat ini mengandung suatu penjelasan bahwa perbuatan mereka itu adalah syirik besar.

2.    Ayat dalam surat At Taubah. Diterangkan dalam ayat ini bahwa orang-orang ahli kitab telah menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan dijelaskan pula bahwa mereka hanya diperintahkan untuk menyembah kepada satu sesembahan, dan menurut penafsiran yang sebenarnya mereka itu hanya diperintahkan untuk taat kepadanya dalam hal-hal yang tidak bermaksiat kepada Allah, dan tidak berdoa kepadanya.

3.    Kata-kata Nabi Ibrahim kepada orang-orang kafir :“Sesungguhnya saya berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (saya hanya menyembah) Dzat yang menciptakanku”.

Di sini beliau mengecualikan Allah dari segala sesembahan.
Pembebasan (dari segala sembahan yang batil) dan pernyataan setia (kepada sembahan yang haq, yaitu : Allah) adalah makna yang sebenarnya dari syahadat “La Ilaha Illallah”.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
]وجعلها كلمة باقية في عقبه لعلهم يرجعون[
“Dan Nabi Ibrahim menjadikan kalimat syahadat ini kalimat yang kekal pada keturunannya, agar mereka ini kembali (kepada jalan yang benar).” (QS. Az Zukhruf, 28 )

4.    Ayat dalam surat Al Baqarah yang berkenaan dengan orang-orang kafir, yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya :
]وما هم بخارجين من النار[
“Dan mereka tidak akan bisa keluar dari neraka”.
Disebutkan dalam ayat tersebut, bahwa mereka menyembah tandingan tandingan selain Allah, yaitu dengan mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai kecintaan yang besar kepada Allah, meskipun demikian kecintaan mereka ini belum bisa memasukkan mereka kedalam agama Islam.
Lalu bagaimana dengan mereka yang cintanya kepada sesembahan selain Allah itu lebih besar dari cintanya kepada Allah ?
Lalu bagaimana lagi orang-orang yang cuma hanya mencintai sesembahan selain Allah, dan tidak mencintai Allah?

5.    Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam :
"من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله "
“Barang siapa yang mengucapkan لا إله إلا الله, dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka haram darah dan hartanya, sedangkan perhitungannya kembali kepada Allah”.
Ini adalah termasuk hal yang penting sekali yang menjelaskan tentang pengertian kalimah لا إله إلا الله Sebab apa yang dijadikan Rasulullah sebagai pelindung darah dan harta bukanlah sekedar mengucapkan kalimat itu dengan lisan atau memahami arti dan lafadznya, atau mengetahui akan kebenarannya, bahkan bukan pula karena tidak meminta kecuali kepada Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya, akan tetapi harus disertai dengan tidak adanya penyembahan kecuai hanya kepadaNya.
Jika dia masih ragu atau bimbang, maka belumlah haram dan terlindung harta dan darahnya.
Betapa besar dan pentingnya penjelasan makna لا إله إلا الله yang termuat dalam hadits ini, dan betapa jelasnya keterangan yang dikemukakannya, dan kuatnya argumentasi yang diajukan bagi orang-orang yang menentangnya.


________________________________________
1.Dapat diambil kesimpulan dari ayat dalam surat Al Isra’ tersebut bahwa makna tauhid dan syahadat “La Ilaha Illallah” yaitu : meninggalkan apa yang dilakukan oleh orang orang musyrik, seperti menyeru (memohon) kepada orang orang sholeh dan meminta syafaat mereka.

2.Dari ayat dalam surat Al Baqarah tersebut diambil kesimpulan bahwa penjelasan makna tauhid dan syahadat “La Ilaha Illallah” yaitu : pemurnian kepada Allah yang diiringi dengan rasa rendah diri dan penghambaan hanya kepadaNya.

Syahadat merupakan inti pokok Aqidah Islamiyah yang harus tetap terjaga oleh para pemeluknya (muslim), baik secara lisan, ketetapan didalam hati, maupun secara tingkahlaku, semuanya berdasarkan pada ke-iqrar-an terhadap Allah dan Rasul-Nya (syahadat). Untuk tetap terjaganya inti dari ajaran islam (iman/syahadat) tersebut, haruslah selalu didawamkan seperti yang dijelaskan diatas.

Syahadat merupakan inti pokok Aqidah Islamiyah yang harus tetap terjaga oleh para pemeluknya (muslim), baik secara lisan, ketetapan didalam hati, maupun secara tingkahlaku, semuanya berdasarkan pada ke-iqrar-an terhadap Allah dan Rasul-Nya (syahadat). Untuk tetap terjaganya inti dari ajaran islam (iman/syahadat) tersebut, haruslah selalu didawamkan seperti yang dijelaskan diatas.

0 comments

Post a Comment